Apa itu SASTRA ?

 Apa yang di maksud dengan Sastra?

saat kini, tidak seorang bisa mendefinisikan dengan jelas mengenai arti atau maksud dari kata sastra. Sebagaimana kita ketahui sebagai orang awam yang jarang mengetahui, kata sastra menyangkut tentang suatu karya yang mengunggulkan keindahan nilai - nilai bahasa di dalamnya. Menurut A. Teeuw dalam Sastra dan Ilmu Sastra (1984: 22-23), kata sastra mempunyai banyak sebutan, antara lain literature (Inggris), Literatur (Jerman), dan littérature (Prancis). Semua kata tersebut berasal dari bahasa Latin litteratura yang merupakan terjemahan dari kata Yunani grammatika. Litteratura dan gramatika  masing-masing terbentuk dari kata dasar littera dan gramma yang berarti huruf atau tulisan.

Kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk dan instruksi. Dalam bahasa Sanskerta kata berakhiran –tra biasanya menunjukkan suatu alat atau sarana. Sehingga dapat disimpulkan bahwasanya sastra merupakan alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi atau pengajaran. Sebagai contoh adalah silpasastra (buku arsitektur) dan kamasastra (buku petunjuk mengenai seni cinta).

Pemakaian kata sastra atau literature sering kali mengacu pada segala sesuatu yang tertulis. Padahal, sastra merupakan segala sesuatu yang tertulis atau tercetak (Wellek dan Werren: 1993). Sastra juga merupakan hasil kreativitas manusia didasarkan pada luapan emosi spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek yang bermakna (Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski).

Meskipun sastra sering kali dianggap sebagai karya tulis, namun ia tidak identik dengan bahasa tulis. perbedaan pendapat persepsi sering ditemui ketika memahami suatu tulisan. Namun, berbeda halnya dengan sastra. Potensi makna ganda di dalam suatu karya tulis dapat di peroleh untuk menciptakan suasana khas dari sastra. Keambiguan yang diciptakan suatu karya sastra disebabkan karena tidak adanya hubungan fisik antara pengarang atau pembaca. Kata aku dalam sebuah puisi misalnya, bukan berarti menyangkut tentang diri si pengarang. Keambiguan makna ini lah yang kemudian disebut sebagai keindahan sastra.

Menurut Teori Mimesis yang dikemukakan oleh Aristoteles, penciptaan dalam karya sastra tidak sama dengan penulisan sejarah.
Sejarah hanya menuliskan fakta-fakta dan menampilkan suatu kejadian yang apa adanya dengan maksud memberikan informasi kejadian di masa lalu kepada pembaca. Sebaliknya, karya sastra diciptakan supaya memuaskan kebutuhan estetik dan rohani manusia. Para penyair tidak menulis berdasarkan kenyataan yang fakta dan tidak menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa sebagaimana adanya. Ruang lingkup sastra sangatlah luas sehingga para penyair atau pengarang sastra leluasa dalam mengungkapkan beberapa kemungkinan. Perbedaan penafsiran ini tergantung kepada sudut pandang yang selau dimiliki oleh si pembaca.

Jadi, apa sih itu sastra?

Sastra merupakan luapan emosi manusia yang diungkapkan melalui tulisan ataupun lisan. Perbedaan penafsiran dari para pembaca merupakan esensi dalam memahami karya sastra. Setiap karya sastra memiliki keunikan tersendiri dan tidak jarang turut menggambarkan luapan isi hati si pengarang. Dan seperti yang diungkapkan oleh Boris Pasternak bahwa “Literature is the art of discovering something extraordinary about ordinary people, and saying with ordinary words something extraordinary.”



By : ARYA SADEWO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Teater 'Bunga Penutup Abad'

Kebangaan sebagai mahasiswa ketika tulisannya di terbitkan di media online