Kebangaan sebagai mahasiswa ketika tulisannya di terbitkan di media online
KEBANGGAN SEBAGAI MAHASISWA KETIKA TULISANNYA DI TERBITKAN DI MEDIA ONLINE
Assalamualaikum Wr.Wb
Mahasiswa merupakan kaum elit dari setiap bangsa. Nyala api kebangsaan telah mendorong semangat muda untuk berpihak kepada kepentingan orang banyak. Mahasiswa juga agen of change (agen perubahan) bagi generasi muda dan milenial.
Mahasiswa di tuntut juga untuk banyak - banyak untuk membaca dan menulis karena dengan membaca dan menulis akan menemukan ide - ide atau gagasan yang menjadikan sebuah karya2 atau opini yang kritis dan menginspirasi. Membaca dan menulis juga akan menambah ilmu pengetahuan dan menulis akan menuangkan pemikirannya lewat menulis opini atau gagasan. Diskusi begitu penting bagi kalangan mahasiswa karena dengan berdiskusi akan bertukar pikiran dengan teman - teman yang selalu memberikan ide - idenya atau opininya.
Sebagai mahasiswa pasti bangga dengan karya tulisannya. apalagi yang terbit di media online atau media cetak, dan hal ini menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi mahasiswa yang rajin menulis dan membaca. Dan mahasiswa akan selalu berpikir kritis.
Dan terbitan karya menulis kita tentu akan mendapat penghasilan dari tulisan - tulisan kita yang inovatif dan imaginative, Dengan menjadikan menulis sebagai hoby saja akan selalu terbiasa dalam kehidupan sehari - hari akan terbiasa dengan sendirinya.
LULUSAN SASTRA TAPI TIDAK BISA BERKARYA?
Manusia di ciptakan Allah swt secara sempura.
dengan fikiran - fikiran yang ada di otak kita akan selalu menemukan opini atau gagasannya.
Menjadi mahasiswa sejatinya akan mampu dengan pola berpikirnya yang intelektual yang dapat mendorong pemikiran - pemikiran yang menimbulkan sebuah karya - karyanya.
Jika lulusan mahasiswa sastra tidak bisa berkarya itu namanya ia tidak berusaha untuk mewujudkan ilmu - ilmu sastranya yang pernah ia pelajari pada waktu mengenyam di bangun kuliah. Itu tergantung mahasiswanya sendiri, apakah ia harus segera mewujudkannya? Ya tentu, walaupun belum semaksimal mungkin untuk menwujudkannya, tetapi setidaknya telah berusaha dengan sekuat dan sekeras mungkin untuk sebuah berkaryanya.
Menjadi seorang penulis itu tidak harus bergelar sarjana, tetapi menjadi seorang penulis itu bisa di lakukan pada siapa saja tidak harus bergelar tinggi untuk menjadi seorang penulis. Banyak sastrawan zaman dahulu tidak selalu menjadikan gelar sebagai seorang penulis. Bahkan banyak karya - karya sastra zaman dahulu dengan menulis, seperti wiji thukul, chairil anwar, buya hamka, dll.
Kita harus berpikir untuk kedepannya untuk memikirkan masa depan. Dengan kita mengambil fakultas sastra indonesia yang selalu di tuntut untuk, membaca dan menulis agar ilmu yang kita pelajari bermanfaat di masa yang akan datang setelah pasca sarjana.
Supaya orang - orang termotivasi dan menjadi luas wawasannya berkat karya - karya dan tulisan - tulisan kita yang selalu kita tuangkan dalam kertas ataupun di media online.
Cukup sekian dan terima kasih
Wa'sallamuallikum wr.wb
ARYA SADEWO
Komentar
Posting Komentar