Naskah Teater 'Bunga Penutup Abad'
Setelah sukses digelar pada bulan Agustus 2016 lalu di Jakarta dan Maret 2017 di Bandung dan telah disaksikan oleh lebih dari 2.600 penonton, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar pementasan teater ‘Bunga Penutup Abad’ untuk ketiga kalinya dan tentu dengan kemasan berbeda.
Bunga Penutup Abad merupakan sebuah pementasan teater yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.
Bunga Penutup Abad berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh yang khawatir mengenai keberadaan Annelies, mengutus seorang pegawainya untuk menemani kemana pun Annelies pergi, bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman. Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies dan Panji Darman. Minke selalu membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka bertiga, seperti ketika pertama kali Minke berkenalan dengan Anneliaes dan Nyai Ontosoroh, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya sampai akhirnya Annelies harus dibawa pergi ke Belanda berdasarkan keputusan pengadilan putih Hindia Belanda.
Cerita berakhir beberapa saat ketika Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. Minke yang dilanda kesedihan kemudian meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk pergi ke Batavia melanjutkan sekolah menjadi dokter. Ke Batavia, Minke membawa serta lukisan potret Annelies yang dilukis oleh sahabatnya Jean Marais. Minke memberi nama lukisan itu, Bunga Penutup Abad.
Pementasan teater 'Bunga Penutup Abad' merupakan adaptasi dari novel tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Naskahnya diambil dari novel 'Bumi Manusia' dan 'Anak Semua Bangsa'.
Dari semua cerita yang ada di dalam novel tersebut, yang dipilih untuk dipentaskan adalah kisah mengenai keluarga Nyai Ontosoroh (Marsha Timothy), terpisahnya Minke (Reza Rahadian) dan Annalies (Chelsea Islan) karena ketidakadilan dan ketimpangan hukum yang terjadi selama masa penjajahan Belanda di Indonesia.
Happy Salma selaku produser menuturkan durasi dari pementasan tersebut tidak akan memadai bila harus mengisahkan semua yang ada di dalam novel. Pihak penyelenggara harus memilih bagian-bagian dalam novel yang kemudian diinterpretasi menjadi adegan dari pementasan tersebut.
"Karena ceritanya itu kan kaya sekali ya, jadi kita harus mengambil benang merahnya dalam dua jam setengah. Biar menceritakannya nggak kemana-mana. Setiap kisah penokohannya sangat kuat. Jadi ambil benang merahnya kisah cinta, di balik kisah cinta itu banyak ketidakadilan, ada juga keserakahan, dan lain sebagainya," jelasnya saat ditemui di Teater Jakarta, kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat usai media preview, Jumat (16/11) malam.
Happy mengatakan timnya membutuhkan waktu satu tahun untuk menyeleksi bagian mana yang akan ia bawa dalam pentas.
"Gimana caranya menemukan benang merah, bikin naskah ini aja satu tahun. Kami mengumpulkan sample beberapa orang Pram-ist, tidak pernah baca Pram, dan pembaca biasa saja yang nggak ngefans-ngefans banget. Nah dari situ kita bacakan naskahnya, yang satu ngerti, yang satu nggak. Diulang-ulang sampai akhirnya kita menemukan satu pattern, ini yang bisa kena ke semua lini," urai Happy.
'Bunga Penutup Abad' merupakan pementasan teater yang disutradarai oleh Wawan Sofwan. Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Lukman Sardi, dan Sabia Arifin menjadi pemain dalam pertunjukan tersebut.
Pentas tersebut diadakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 17 dan 18 November 2018 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Sebelumnya, 'Bunga Penutup Abad' sudah pernah dipentaskan dua kali, yakni pada Agustus 2016 di Jakarta dan Maret 2017 di Bandung.
.jpeg)
Selamat membaca, salam aksara 💫
BalasHapus