PERAN MAHASISWA DI TENGAH PANDEMI

 As'salamualaikum warrohmatullahi wabbarakatuh.


Corona atau Covid-19 telah merebak di berbagai penjuru dunia. Saat ini juga, bumi kita sedang diberikan cobaan berupa penyakit virus/wabah yang mematikan. Hampir setiap negara saat ini sedang mengalami masa kritis akibat korban yang terdampak dari wabah covid-19.

Virus yang pertama kali ada di negeri China kemudian merebak pada banyak negara menyebabkan banyak kematian yang menjalar. Efek yang ditimbulkannya pun bukan hanya pada kesehatan manusianya, tetapi juga menyasar pada ekonomi yang merugikan banyak pihak.
Bahwa masih saja banyak oknum-oknum yang coba mementingan pribadinya dengan memanfaatkan wabah saat ini.

Contohnya seperti saat ini Pemerintah yang seharusnya menghimbau masyarakat agar tidak mengadakan krumunan masa atau pesta besar seperti acara pesta pernikahan, acara konser music atau festival, dan lain - lainya yang menimbulkan krumunan.

Pemerintah sendiri agak teledor atas keputusannya yaitu, mengadakanya pilkada serentak di berbagai daerah di kala pandemi corona/covid - 19 ini yang masih menghantui negeri Indonesia, seharusnya pemerintah menunda terlebih dahulu acara pilkada agar menyudahi pandemi ini hingga tuntas yg masih merebak dan semakin bertambah.
Pemerintah hanya menghentikan tempat pendidikan saja seperti, sekolah - sekolah atau perguruan tinggi yang masih di tutup dan di liburankan sementara waktu untuk belajar daring/online di rumah, untuk mengurangi dampak wabah covid - 19 di negeri tecinta ini.

Dan tidak hanya itu,  kasus Hoax di negeri ini semakin menjadi - jadi sebagai bentuk penipuan yang menjalar pada khalayak umum, yang selau populer dan masif. Penyebab utama dalam masifnya hoax tidak lain dari efek kemajuan teknologi yang semakin masif.

lagi-lagi maraknya Kasus hoax tidak jauh dari kepentingan unsur politik. Dalam konteks saat ini beragam persuasif dalam pemasaran politik pun membanjiri ruang publik sampai ke ruang pribadi bahkan keluarga. Dibutuhkan kecermataan untuk memproduksi, mereproduksi dan mengkonsumsi informasi supaya terhindar dari hoax, kampanye hitam dan berita miring yang menghiasi media kita. Wajib di garis bawahi bahwasanya dari perkembangan media online ialah publik itu sendiri yang mengkreasi konten.

Sangat di khawatirkan, jika mahasiswa yang merupakan agen perubahan (agen of change) dan pengamat kehidupan masyarakat menutup mata dengan adanya dampak yang ditimbulkan pendemi saat ini. Ada banyak hal di kehidupan di tengah masyarakat yang dapat dibantu dan di perbaruhi oleh peranan mahasiswa. Mahasiswa wajib melakukan tindakan pencegahan dari virus/wabah tersebut kepada diri sendiri, keluarga, serta lingkungan tempat tinggalnya dan memenuhi standar protokol kesehatan.

Karena kaum intelektual harus memberikan contoh yang yang terbaik. Mahasiswa harus memanfaatkan sosial media untuk membuat gerakan bersama mahasiswa satu Universitas dan seluruh Indonesia. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat melalui media online untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik serta dapat menggalang dana atau donasi yang ditujukan kepada yang membutuhkan ditengah pandemi ini. Selain itu, mahasiswa dapat melakukan gerakan sosial dengan terjun ke lapangan langsung menjadi relawan satgas Covid-19. Mahasiswa dapat menjadi relawan dengan menyalurkan bantuan logistik makanan, vitamin, masker, sembako dan lain - lain. Dengan begitu segala elemen yang ada saling bahu-membahu agar menyudahi penyebaran Covid-19/corona.


By : ARYA SADEWO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Naskah Teater 'Bunga Penutup Abad'

Kebangaan sebagai mahasiswa ketika tulisannya di terbitkan di media online

Apa itu SASTRA ?